Kamis, 27 September 2012

business process

PROSES adalah kumpulan kegiatan atau aktivitas kerja.
PROSES BISNIS adalah KUMPULAN PROSES di dalam sebuah perusahaan  yang terstruktur dan teratur sedemikian rupa sehingga menghasilkan sebuah nilai tambah bagi proses proses berikutnya, yang pada khirnya menghasilkan sebuah produk atau jasa yang memberikan manfaat dan berdaya guna bagi penggunanya.

PROSES BISNIS merubah MASUKAN (input) baik itu data, informasi, dokumen ataupun bahan baku menjadi KELUARAN (output) dalam bentuk informasi lebih lengkap, produk setengah jadi atau produk jadi, atau jasa yang telah bernilai tambah untuk dapat dimanfaatkan lebih lanjut dalam proses berikutnya. Oleh karenanya setiap proses bisnis harus dirumuskan, direncanakan dan dirancang secara sistematis dan terstruktur sehingga mudah untuk dilaksanakan, ditelusuri dan diperbaiki, sehinga sebuah proses bisnis bisa terdiri dari banyak sub-sub proses.
Menurut Dr. Michael Hammer seorang guru besar Massachusetts Institute of Tecnology (MIT) dalam bukunya yang sangat populer pada tahun 90 an, Proses bisnis hakekatnya adalah menawarkan alternatif untuk menggantikan sistem dan prosedur yang telah berpuluh-puluh tahun dipakai dalam mekanisme organisasi yang akhirnya cenderung menyebabkan organisasi perusahaan atau lembaga pemerintahan menjadi terkotak-kotak atau terbentuknya silo-silo organisasi yang sangat birokratis karena mengutamakan prosedur.
Dengan terbangunnya proses bisnis, maka diharapkan akan:
·         Tersedia data-data untuk manajemen mutu; dan
·         Tersusunnya mapping manajemen mutu.
Untuk lebih memahami pengertian tentang proses bisnis, mari kita sederhanankan bahasanya. Jadi, proses bisnis itu:
·         Memiliki tujuan;
·         Memiliki masukan (input);
·         Memiliki keluaran (output);
·         Menggunakan sumber daya untuk melaksanakannya;
·         Memiliki sejumlah kegiatan yang saling bersinergi dalam menghasilkan produk/ layanan;
·         Dimungkinkan melibatkan lebih dari satu unit kerja; dan
·         Memberikan nilai tambah bagi pelanggan (orientasi pada pelanggan).
Dalam membuat proses bisnis, ada prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan. Prinsip dalam mengimplementasikan proses bisnis, yaitu:
·         Efektifitas, menghasilkan produk/ layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan;
·         Efisiensi, meminimalisasi penggunaan sumber daya perusahaan dan mengeliminasi birokrasi; dan
·         Adaptif, fleksibel terhadap perubahan lingkungan bisnis.
pro_04
Cara Pemodelan Proses Bisnis :
1.     Menentukan tujuan, ruang lingkup, dan batasan
2.     Pemahaman & memetakan proses yang berjalan pro_05
3.     Mengukur kinerja proses
4.     Menentukan akar masalah (root cause)
5.     Mengidentifikasi perbaikan proses (Menggunakan cara ESIA) :
6.     Implementasi perbaikan proses bisnis

Dari pengkajian jurnal oleh system informasi menajemen mengenai proses bisnis, proses bisnis ini sangat berpengaruh besar bagi perkembangan sebuah perusahaan, apalagi kalau system dari proses bisnisnya itu sangat bagus, karena telah dibuktikan oleh beberapa perusahaan besar diantaranya Toyota yang telah menerapkan proses bisnis ini. Dengan mengandalkan proses bisnis handal perusahaan mereka maju karena proses pembuatannya yang sangat efisien dan efektif walaupun material dan rancangannya sangat berkelas. Dan juga masih banyak perusahaan yang memang berkembang dan maju karena menerapkan proses bisnis tersebut, dengan bertujuan untuk memenuhi tuntutan pelanggan yakni berbiaya rendah, penyerahan produk tepat waktu dan berkualitas tinggi (Faster, Better and Cheaper).
Tapi ternyata dari semua pengertian proses bisnis dan tujuan proses bisnis, masih banyak juga perusahaan yang malah gagal dalam menggunakan proses bisnis ini karena tidak menggunakan proses bisnis yang handal yang tidak memikirkan yang mana yang di prioritaskan terlebih dahulu, Semua ini sangat bertentangan dengan makna dan pengertian yang diberikan oleh Michael Hammer, bahwa pendayagunaan teknologi informasi, baru akan berdaya guna maksimum bila proses bisnisnya telah benar dan simple. Jadi bila proses bisnisnya ribet atau ngawur jangan berharap teknologi informasi akan berdaya guna, bahkan yang terjadi adalah sebaliknya.
Referensi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar