PROSES adalah kumpulan kegiatan atau
aktivitas kerja.
PROSES BISNIS adalah KUMPULAN PROSES
di dalam sebuah perusahaan yang
terstruktur dan teratur sedemikian rupa sehingga menghasilkan sebuah nilai
tambah bagi proses proses berikutnya, yang pada khirnya menghasilkan sebuah
produk atau jasa yang memberikan manfaat dan berdaya guna bagi penggunanya.
PROSES BISNIS merubah MASUKAN (input) baik itu data,
informasi, dokumen ataupun bahan baku menjadi KELUARAN (output) dalam bentuk
informasi lebih lengkap, produk setengah jadi atau produk jadi, atau jasa yang
telah bernilai tambah untuk dapat dimanfaatkan lebih lanjut dalam proses
berikutnya. Oleh karenanya setiap proses bisnis harus dirumuskan, direncanakan
dan dirancang secara sistematis dan terstruktur sehingga mudah untuk
dilaksanakan, ditelusuri dan diperbaiki, sehinga sebuah proses bisnis bisa
terdiri dari banyak sub-sub proses.
Menurut Dr. Michael Hammer seorang
guru besar Massachusetts Institute of Tecnology (MIT) dalam bukunya yang sangat
populer pada tahun 90 an, Proses bisnis hakekatnya adalah menawarkan alternatif untuk menggantikan sistem
dan prosedur yang telah berpuluh-puluh tahun dipakai dalam mekanisme organisasi yang
akhirnya cenderung menyebabkan organisasi perusahaan atau lembaga pemerintahan
menjadi terkotak-kotak atau terbentuknya silo-silo organisasi yang sangat
birokratis karena mengutamakan prosedur.
Dengan terbangunnya proses
bisnis, maka diharapkan akan:
·
Tersedia
data-data untuk manajemen mutu; dan
·
Tersusunnya mapping manajemen
mutu.
Untuk lebih memahami pengertian tentang proses bisnis, mari
kita sederhanankan bahasanya. Jadi, proses bisnis itu:
·
Memiliki tujuan;
·
Memiliki masukan (input);
·
Memiliki keluaran (output);
·
Menggunakan sumber daya untuk melaksanakannya;
·
Memiliki sejumlah kegiatan yang saling bersinergi dalam
menghasilkan produk/ layanan;
·
Dimungkinkan melibatkan lebih dari satu unit kerja; dan
·
Memberikan nilai tambah bagi pelanggan (orientasi pada pelanggan).
Dalam membuat proses bisnis, ada prinsip-prinsip yang perlu
diperhatikan. Prinsip dalam mengimplementasikan proses bisnis, yaitu:
·
Efektifitas, menghasilkan produk/ layanan yang sesuai dengan
kebutuhan pelanggan;
·
Efisiensi, meminimalisasi penggunaan sumber daya perusahaan
dan mengeliminasi birokrasi; dan
·
Adaptif, fleksibel terhadap perubahan lingkungan bisnis.
Cara
Pemodelan Proses Bisnis :
1.
Menentukan tujuan, ruang lingkup,
dan batasan
3.
Mengukur kinerja proses
4.
Menentukan akar masalah (root
cause)
5.
Mengidentifikasi perbaikan proses
(Menggunakan cara ESIA) :
6.
Implementasi perbaikan proses bisnis
Dari pengkajian jurnal oleh system informasi menajemen
mengenai proses bisnis, proses bisnis ini sangat berpengaruh besar bagi
perkembangan sebuah perusahaan, apalagi kalau system dari proses bisnisnya itu
sangat bagus, karena telah dibuktikan oleh beberapa perusahaan besar
diantaranya Toyota yang telah menerapkan proses bisnis ini. Dengan mengandalkan
proses bisnis handal perusahaan mereka maju karena proses pembuatannya yang
sangat efisien dan efektif walaupun material dan rancangannya sangat berkelas. Dan
juga masih banyak perusahaan yang memang berkembang dan maju karena menerapkan
proses bisnis tersebut, dengan bertujuan untuk memenuhi
tuntutan pelanggan yakni berbiaya rendah, penyerahan produk tepat waktu dan
berkualitas tinggi (Faster, Better and Cheaper).
Tapi
ternyata dari semua pengertian proses bisnis dan tujuan proses bisnis, masih
banyak juga perusahaan yang malah gagal dalam menggunakan proses bisnis ini
karena tidak menggunakan proses bisnis yang handal yang tidak memikirkan yang
mana yang di prioritaskan terlebih dahulu, Semua ini sangat bertentangan dengan
makna dan pengertian yang diberikan oleh Michael Hammer, bahwa pendayagunaan
teknologi informasi, baru akan berdaya guna maksimum bila proses bisnisnya
telah benar dan simple. Jadi bila proses bisnisnya ribet atau ngawur jangan
berharap teknologi informasi akan berdaya guna, bahkan yang terjadi adalah
sebaliknya.
Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar